Title
Pameran Indo Leather & Footwear (ILF) tahun 2017
Ditulis oleh Aprisindo   
Rabu, 12 Juli 2017 04:36

Indo Leather & Footwear tahun 2017 merupakan pameran sepatu, kulit, garmen dan mesin berteknologi, pakaian jadi & feshion terbesar di Indonesia yang diselenggarakan PT. Krista Media yang didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi & UKM, APRISINDO, APKI dan API. Pameran tahunan yang memasuki tahun ke 12 ini diselenggarakan pada tanggal 18-20 Mei 2017 di JIExpo Kemayoran Jakarta.
       Menurut sambutan Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Ibu Gati Wibawanigsih yang dibacakan Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin E Ratna Utarianingrum dalam pembukaan ILF 2017 ini mengatakan bahwa, Industri alas kaki, produk kulit dan pakaian jadi merupakan sektor strategis dan menjadi prioritas untuk terus dikembangkan karena mampu memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap perekonomian nasional. Hal tersebut, dibuktikan melalui capaian produk domestik bruto (PDB) kelompok industri ini yang naik dari Rp. 31,44 trilin pada tahun 2015 menjadi Rp35,14 triliun tahun 2016.
       Untuk sektor industri alas kaki, Indonesia berhasil menduduki posisi ke-5 sebagai eksportir di dunia setelah Tiongkok, India, Vietnam, dan Brasil. Kemudian, market share-nya di pasar internasional mencapai 4,4 persen. Untuk lebih meningkatkan daya saing industri alas kaki, produk kulit dan pakaian jadi dalam negeri, Kemenperin memberikan fasilitasi pendampingan dan restrukturisasi mesin kepada industri. Selain itu, Kemenperin juga menyusun program pendidikan vokasi industri untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten. Kami telah berkerja sama dengan perusahaan alas kaki dan garmen untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang dapat langsung terserap oleh dunia industri, ungkap Ibu E. Ratna.
      Sementara itu, menurut Ketua Umum APRISINDO Bapak Eddy Widjanarko dalam sambutan pembukaan ILF 2017 menyampaikan, bahwa perkembangan industri alas kaki cukup berat, ekspor alas kaki pada tahun 2016  sebesar USD 4,6 juta, naik sebesar 2,9 % dibandingkan dengan tahun 2015 yang sebesar USD 4,5juta . Sedangkan untuk tahun 2017 hanya bisa menargetkan menjadi USD 5 juta. Lebih lanjut Bapak Eddy menyampaikan, bahwa China merupakan negara pesaing Indonesia yang cukup berat, terlebih saat ini China telah membangun proyek One BLT and One Road dimana pemerintah China sedang membangun jalur kereta api yang menghubungkan negara China ke negara-negara Asia dan Eropa hal ini dimaksudkan untuk memudahkan transportasi untuk perdagangan. Dengan dibangunnya jalur tersebut maka China akan lebih mudah untuk melakukan transportasi barang ke negara-negara  di Asia dan beberapa negara Eropa seperti ke Belanda.
       Bapak Eddy menyerukan kepada para pelaku industri alas kaki  agar lebih berhati-hati dengan negara pesaing dan selalu menjaga dan meningkatkan kualitas produk karena jika tidak industri alas kaki Indonesia akan  tertinggal, hal ini juga sudah terlihat dari adanya beberapa perusahaan industri alas kaki dari China yang pindah ke Vietnam.  Dalam kondisi seperti sekarang ini, ketua Umum Aprisindo berharap agar pemerintah bisa membantu beberapa permasalah yang dihadapi industri alas khaki,salah satunya masalah bahan baku yang hampir 70%-nya adalah impor serta masalah lainnya yaitu karantina hewan, yang seringkali menghambat impor kulit dari negara lain jika persahaan melakukan impor bahan baku.
       Selain kegiatan pameran, Indo Leather & Footwear 2017 juga diadakan seminar, diantaranya The Secret of European Bag Pattern & Bag Making sebagai pembicara Mr. Ambrogio dari Italia, Success Story from India Leather Industry, demo pembuatan leather bag & belt dan demo pembuatan sepatu kulit dari Akademi Teknologi Kulit (ATK), serta fasion show. Pada ILF 2017 ada 10 anggota Aprisindo yang mengikutinya diantaranya, PT. Buccheri Indonesia, CV. Citra Baru Busana, Duta Lastindo, CV. Fortuna Shoes, PT. Idea Baru Cemerlang, CV. Indo Shoes, PT. Mainfest Gaya Kreatif, CV. Prima Bangun Nusantara, Santos Shos, dan PT. Seho Makmur Industri.
       Peran Aprisindo sebagai asosiasi dalam kegiatan ini, untuk membantu anggotanya dan juga untuk menyuskeskan pameran Indo Leather & Footwear yaitu dengan membuat lounge yang berfungsi sebagai pusat untuk memberikan informasi kepada para pengunjung dan buyer yang mencari informasi tentang industri persepatuan serta sebagai tempat bagi anggota yang melakukan transaksi bisnis dengan buyer.