Title
Pameran Indo Leather & Footwear (ILF) tahun 2016 Cetak Email
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 16 Mei 2016 00:00
Prosesi Gunting pita dalam pembukaan ILF 2016 yang berlangsung pada tanggal 12-14 Mei 2016 di JIExpo Kemayoran dilakukan bersama-sama oleh Ketua Umum APRISINDO Bapak Eddy Widjanarko (keenam dari kiri), Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka Bapak Muhdori (lima dari kanan), Direktur PT. Krista Media Bapak Daud Salim (kelima dari kiri), Sekjen CIFA Mr. Fank Kung (kedua dari kiri), Presiden Malaysia Footwear Manufacturers Association Mr. Tony Ting (paling kanan) Ketua Umum PPGI Bapak Jimmy Juneanto (dari kiri), Sekjen APKI Ibu Ayu, serta beberapa perwakilan asosiasi terkait.

Indo Leather & Footwear tahun 2016 merupakan pameran teknologi kulit, sepatu, garmen, pakaian & fashion terbesar di Indonesia yang diselenggarakan PT. Krista Media yang didukung oleh Kemenperin, Kemendag, Aprisindo dan APKI.

Pameran tahunan yang memasuki tahun ke 11 ini diselenggarakan pada tanggal 12-13 Mei 2013 di JIExpo Kemayoran Jakarta. Dalam sambutan Menteri Perindustrian yang dibacakan oleh Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka Bapak Muhdori, diharapkan pameran mampu membuka jejaring teknologi, akses pasar dan investasi, serta terjadinya komitmen kerjasama pelaku usaha, melalui pameran ini diharapkan dapat memberikan alternatif solusi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif.

 
Industri sepatu perlu dukungan pemerintah, dengan bergabung pada TPP, disampaikan pada sambutan Bapak Eddy Widjanarko pada pembukaan Pameran Indo Leather & Footwear yang berlangsung tanggal 12-14 Mei 2016 di JIExpo, Kemayoran   Kunjungan asosiasi sepatu negara sahabat ke stand APRISINDO dari kiri Mr. Ambro, Bapak Binsar Marpaung, Mr. Frank Kung, Bapak Eddy Widjanarko, dan Mr. Tony Ting beserta istri dalam sela-sela Pameran ILF 2016 di JIExpo, Kemayoran

Lebih lanjut disampaikan bahwa, kegiatan pameran Indo Leather & Footwear 2016 dapat meningkatkan inovasi teknologi di bidang industri, kulit, produk kulit, dan alas kaki sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri serta mampu meningkatkan pasar ekspor yang saat ini baru mencapai 3 % dari ekspor dunia. Industri alas kaki dan barang jadi kulit yang didukung oleh industri penyakan kulit sebagai industri hulunya merupakan salah satu sektor industri strategis dan prioritas untuk dikembangkan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035. Industri ini juga dapat sebagai jaring pengaman sosial karena mampu menyerap tenaga kerja hingga sejumlah 863.265 orang dengan nilai investasi mencapai Rp. 2,14 triliun.

Sementara menurut Ketua Umum Aprisindo Bapak Eddy Widjanarko, industri alas kaki Indonesia mengalami perkembangan. Pada tahun 2015 ada 13 investasi PMA dan PMDN industri alas kaki di Indonesia yang totalnya mencapai USD 193,5 dan menyerap tenaga kerja sebesar 44.741 orang. Eddy juga mengatakan, bahwa industri alas kaki merupakan industri prioritas sektor non-migas yang perlu dukungan pemerintah agar terus berkembang. Salah satu bentuk dukungan adalah agar pemerintah bergabung kedalam Kesepakatan Trans- Pacific Partnership (TPP) agar industri alas kaki dapat berkembang dan berdaya saing di pasar global.

Selain kegiatan pameran, Indo Leather & Footwear 2016 juga diadakan seminar diantaranya tentang rahasia pembuatan pola sepatu Itali dengan pembicara dari Sekolah ARS ARPEL Italia, Demo pembuatan sepatu casual, Pertumbuhan Industri di Indonesia yang disampaikan Sekjen Aprisindo Bapak Binsar marpaung, SH,MH, dan demo pembuatan Sepatu kulit fesyen, serta Fashion Show.

 
Bapak Eddy Widjanarko (keempat dari kiri) foto bersama Bapak Muhdori (kelima dari kiri) didampingi, dari kanan Bapak Budiono, Bapak Daud Salim, Bapak Binsar Marpaung, Pejabat Kemendag, Ibu Tati Ramlie, dan Ibu Cristin di Lounge Aprisindo   Bapak Eddy Widjanarko (kedua dari kiri), bersama Bapak Muhdori (ketiga dari kanan),didampingi dari kanan Ibu Cristin, Bapak Daud Salim dan pejabat Kemendag foto bersama distand produk Tas dari Surabaya

Pada ILF tahun 2016 ini ada 10 anggota Apsisindo yang mengikutinya, diantaranya CV. Fortune Shoes, PT. Aica Indria, CV. Angcona Mestika Unisole, PT.Bellasima, PT. Buccheri Indonesia, UD. Duta Kulit, PT. Duta Lastindo, Great Eastern Resins Industrial Co, Ltd, PT. Idea Baru Cemerlang, CV. Indo Shoes, PT. Indoto Tirta Mulia, Maju Makmur, CV. Prima Bangun Nusantara, UD. Prima Suksestama, Sendy Leather, PT. Soles Multi Idea, PT. Tricipta Sejati Abadi dan PT. Zahonero Indonesia.

Peran Aprisindo sebagai asosiasi dalam kegiatan ini adalah untuk membantu para anggotanya dan juga untuk menysukseskan pameran Indo Leather & Footwear yaitu dengan membuat Lounge yang berfungsi sebagai pusat untuk memberikan informasi kepada para pengunjung dan buyer yang mencari informasi tentang industri persepatuan serta sebagai tempat bagi anggota yang melakukan transaksi bisnis dengan buyer.

(Gambar : Tampak stand PT. Buccheri Indonesia ikut dalam pameran Indo Leather & Footwear 2016 yang berlangsung pada tanggal 12-14 Mei 2016 di JIExpo, Kemayoran dengan indahnya)