Title
Pertemuan Direktorat ITKA Kemenperin dengan Aprisindo Cetak Email
Ditulis oleh Aprisindo   
Jumat, 11 Maret 2016 00:00
Sekjen Aprisindo Bapak Binsar Marpaung, SH,MH (keempat dari kiri) didampingi Direktur Eksekutif Bapak Ig. Sigit Murwito (kedua dari kanan) menerima kunjungan dari Direktorat Industri Tekstil. Kulit, Alas Kaki & Aneka, Kemenperin Ibu Salasta (kedua dari kiri), Bapak Mulyadi (kiri), Ibu Gunarsih (ketiga dari kiri),Bapak Ade Yudi Nugraha (kanan) di Sekretariat Aprisindo


Dalam rangka membahas berbagai hal terkait permasalahan industri alas kaki, Direktorat Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka (Dirt ITKA) Kemenperin mengadakan pertemuan dengan Aprisindo pada tanggal 22 Pebruari 2016 di sekretariat Aprisindo. Pada pertemuan tersebut, dari Kemenperin Ibu Salasta Kasubdit Industri Alas Kaki dan Aneka, Mulyadi Kepala Seksi Alas Kaki, Ade Yudi Nugraha, Gunarsih dari Aprisindo Bapak Binsar Marpaung, SH,MH dan Bapak Ig. Sigit Murwito.

Dari hasil pertemuan tersebut telah dibahas beberapa hal terkait program Pemerintah dalam rangka untuk mendorong pertumbuhan industri alas kaki di Indonesia, yaitu :
(Pertama). Proposal Indonesia Italy:
Aprisindo telah menyerahkan matriks kebutuhan pengembangan industri alas kaki dan produk kulit sebagai apendix dalam perjanjian kerjasama antara Indonesia dengan Italy. Selanjutnya Kementerian Perindusterian (Kemenprin), meminta Aprisindo untuk menuangkan usulan-usulan program kerjasama tersebut ke dalam proposal yang harus segera dikirimkan kepada Kemenprin.
(Kedua). Pembiayaan Export:
Terkait implementasi National Interest Account (Penugasan Khusus Ekspor), telah dikeluarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1231/KMK.08/2015 tentang Penugasan Khusus Kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. KMK ini merupakan bentuk dukungan pemerintah yang merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah Tahun 2015.
(Ketiga). Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP):
Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional Asean dengan enam negara merupakan salah satu bentuk free trade agreement (FTA) yang bertujuan membuka hambatan dari mitra dagang dan memperluas pasar ekspor. Ini juga membukakesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan produktivitas. Hal ini tentunya memberikan peluang sekaligus tantangan. Dalam rangka persiapan RCEP, saat ini sedang dibahas dan diusulkan produk-produk yang akan diusulkan masuk dalam perjanjian tersebut untuk dibebaskan bea masuknya. Industri-industri dibawah Direktorat Industri Tekstil dan Aneka diminta untuk menyampaikan listnya hingga 65%, termasuk didalamnya adalah produk-produk alas kaki.
(Keempat). Inland FTA:
Untuk mendukung pertumbuhan industri alas kaki dan aneka maka pemerintah akan memberi fasilitas pajak berupa pembebasan PPN (PPN dibayar oleh Negara) untuk pembelian bahan baku dari dalam negeri, dan produk jadi yang dipasarkan di dalam negeri. Tujuan dari pembebasan PPN ini adalah untuk meningkatkan daya saing produk-produk dalam negeri. Beberapa produk alas kaki yang akan mendapatkan fasilitas ini antara lain alas kaki yang terbuat dari kulit dan untuk keamanan. Salah satu syarat untuk memperoleh fasilitas penangguhan PPN  ini adalah memenuhi TKDN minimal 40% berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian
No.16/M-IND/PER/2/2011. (R)