Title
Pengembangan Industri Alas Kaki Nasional Melalui Dukungan Dalam Kemudahan Perolehan Bahan Baku Kulit Cetak Email
Ditulis oleh Aprisindo   
Senin, 12 Oktober 2015 00:00
Sebagai rangkaian dari Pameran Produk Industri Aneka 2015 yang diselenggarakan Direktorat Industri Tekstil dan Aneka, Dirjen IKTA, telah diadakan seminar “Pengembangan Industri Alas Kkaki Nasional Melalui Dukungan Dalam Kemudahan Perolehan Bahan Baku kulit “diRuang Rajawali, Kementerian Perindustrian pada tanggal 16 September 2015. Materi yang dibahas dalam seminar tersebut adalah Perkembangan industri alas kaki nasional dan peta kebutuhan bahan baku kulit serta permasalahan yang dihadapi, acara dibuka oleh Bapak Setio Hartono, Plt. Direktur Industri Tekstil dan Aneka  dengan menghadirkan 4 pembicara yang  berkompeten dan kerkait dalam hal tersebut, yaitu dari  Aprisindo  Bapak  Binsar  Marpaung ,  SH,MH, Bapak dr. Dinal Rifqi , Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Dirjen  Peternakan  dan  Kesehatan  Hewan Kem Pertanian , Bapak Agit Puntoyuwono dari APKI dan Hafdar dari Karantina Kementerian Pertanian.

Para pembicara dalam seminar tentang pengembangan industri alas kaki melalui   dukungan kemudahan bahan baku kulit, dari kiri Bapak Agit Puntoyuwono, Bapak Hafdar, Bapak Setio Hartono, Bapak Binsar Marpaung, SH,MH dan Bapak dr. Dinal Rifqi

Pada kesempatan tersebut, Bapak Binsar Marpaung, SH, MH menyampaikan  presenasi  dengan  tema  “Pengem Industri  Alas  Kaki  Nasional  Melalui  Dukungan Kemudahan Perolehan Bahan baku Kulit “, yang sela presentasi dari dr. Dinal Difqi , dengan tema “Kebijak untuk industri alas kaki “ , beberapa point penting yan dicermati dari presentasi sersebut dan perlu diperhatik importir   yang   akan   melakukan   impor   kulit   dari diantaranya adalah sebagai berikut :

Regulasi Pemasukan Kulit
  • Berdasarkan UU. No. 18 Tahun 2009 tentang peterna kesehatan hewan, pada prinsipnya pemasukan kulit berasal dari negara bebas penyakit hewan menular ( lain PMK)
  • Berdasarkan pasal 36 E UU. No. 41 Tahun 2014 menyatakan bahwa “ dalam hal tertentu , dengan tetap memper kepentingan nasional, dapat dilakukan pemasukan dan/atau produk hewan dari suatu negara atau zona suatu negara yang telah memenuhi persyaratan dan tata cara pemasukan ternak dan/atau produk hewan ”. Persyaratan Teknis Kesehatan Hewan.

Negara Asal
Harus memperoleh persetujuan dari Menteri dan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skil disease (LSD), peste des petits ruminant, sheep pox and goat pox, classical bangan   swine fever (hog cholera), African swine fever, glanders, Dalam   robbit haemorrhagic disease (RHD) dan myxomatosis.

Persyaratan Jenis Kulit
  1. Kulit mentah garaman , pickled, crust, wet blue , finished; harus berasal dari hewan  atau ternak yang sehat ; hanya diperuntukkan sebagai bahan baku industri non pangan dan dilarang untuk bahan pangan.
  2. Kulit yang sudah disamak , selain dapat dimasukan  dari negara yang berstatus bebas, juga dapat dimasukkan dari negara yang berstatus tidak bebas penyakit.
  3. Kulit mentah garaman dan kulit asam yang berasal dari negara tidak bebas penyakit hewan menular harus dilakukan analisa risiko.
  4. Kulit mentah garaman diproduksi pada unit usaha pengawetan kulit melalui proses penggaraman sekurang-kurangnya 28 hari pada larutan garam dapur yang berasal dari laut dan mengandung sodium karbonat minimal 2% atau metode lain yang dapat mengeliminasi agen PMK.
  5. Kulit asam diproduksi pada unit usaha pengawetan kulit melalui proses pengasaman dengan keasaman (pH) antara 2-2,5 atau metode lain yang dapat mengeliminasi agen PMK.

Paling kanan bawah tampak Bendahara Aprisindo Ibu Lany Sulaiman dan Ibu Salasta dengan serius mengikuti seminar bersama peserta lainnya di Kemenperin