Title
Pengusaha Berharap, Pemerintah Berupaya Membangun Perpajakan yang Adil, Transparan dan Akuntabel
Ditulis oleh Aprisindo   
Selasa, 02 Oktober 2018 07:05
Pada tanggal 14 September 2018 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bersama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) telah mengadakan seminar nasional bertema peran serta dunia usaha dalam membangun sistem perpajakan dan moneter yang adil, transparan dan akuntabel, bertempat di Kempinski, Grand Indonesia, Jakarta.
      Seminar dihadiri oleh sekitar 1200 pengusaha yang tergabung dalam APINDO dan KADIN. Pada kesempatan tersebut dihadiri juga perwakilan dari APRISINDO Bapak Anton J. Supit, Bapak Budiono Sariputra, Ibu Lany Sulaiman dan Bapak Firman Bakri serta beberapa perwakilan dari perusahaan anggota.
       Menteri  Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara kunci acara ini. Beberapa pembicara lain yang hadir dalam diskusi ini adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, Direktur Jenderal Pajak, Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahazil Nazara.
       Dalam sambutannya Ketua Umum APINDO Bapak Hariyadi Sukamdani menyampaikan bahwa gejolak perekonomian dunia membuat suasana kurang nyaman dalam berusaha. Pelemahan nilai tukar rupiah yang cukup dalam pun dibarengi dengan berbagai langkah proteksionis dari negara-negara lain. Masalah lainnya  respons dari pemerintah terkait reformasi perpajakan, terutama yang berhubungan dengan RUU KUP dan kebijakan lainnya ingin diketahui oleh pelaku usaha. Untuk itu APINDO pada kesempatan ini menghadirkan Menteri Keuangan dan  pembicara lainnya yang terkait dengan hal ini.
       Dalam sambutannya Ibu Sri Mulyani mengatakan, memasuki tahun 2018 ada hal yang berbeda atau dinamikannya yang berubah dibandingkan dua atau tiga tahun lalu. Saya kembali menjadi Menteri Keuangan 2016. 2017 kita tutup cukup baik. 2018 ini dinamika global cukup menantang ditandai kebijakan normalisasi Amerika Serikat, dalam kondisi saat ini, kerja sama semua pihak sangat diperlukan. Tidak hanya pemerintah, tetapi dukungan masyarakat dan pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk menciptakan perekonomian yang stabil dan mencapai pembangunan serta menyelesaikan masalah structural, bagaimana kita bersikap agar perekonomian stabil dan mencapai pembangunan dan menyelesaikan masalah struktural seperti kemiskinan, ungkap Sri Mulyani.
       Lebih lanjut Ibu Sri Mulyani menjelaskan,   seiring perbaikan perekonomian global dimana AS menjadi salah satu motor utama, normalisasi kebijakan moneter telah mendorong  kenaikan suku bunga acuan global. The Fed diperkirakan akan meneruskan penyesuaian suku bunga acuannya. Hal ini akan mendorong adanya penyesuaian (kenaikan) pada suku bunga acuan. Selama tahun 2018 Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 7DRR selama 3 kali, sebanyak 25 bps ke 4.5% dan 4.75% di bulan Mei  2018. Kemudian di bulan Juni 2018 BI kembali menaikkan suku bunga acuan ke 5.25%.
       Dalam sambutan terakhirnya Ibu Sri Mulyani berpesan, jika ada pejabat di Direktorat Pajak atau Bea Cukai yang menghambat atau mempersulit dunia usaha untuk mengambil keuntungan pribadi harap dilaporkan melalui asosiasi yang selanjutnya bisa dilaporkan dan  Ibu Sri Mulyani berjanji akan mengambil tindakan tegas.
       Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak  Bapak Robert Pakpahan meminta kepada para pengusaha untuk tidak khawatir terkait dengan kebijakan pemeriksaan yang dilakukan otoritas pajak nasional. Kebijakan pemeriksaan merupakan bagian dari sistem administrasi perpajakan dan perlu dilakukan untuk menciptakan adanya kepatuhan dari wajib pajak (WP).
       Lebih lanjut Bapak Robert mengungkapkan, pengusaha tidak usah khawatir lagi karena Ditjen Pajak Kementerian Keuangan telah menerbitkan Surat Edaran SE-15/PJ/2018 tentang Kebijakan Pemeriksaan. Lewat kebijakan tersebut, otoritas pajak nasional tidak lagi akan melakukan proses pemeriksaan berganda karena akan dibuatkan Daftar Sasaran Prioritas Penggalian Potensi (DSP3). Melalui daftar tersebut DItjen Pajak Kementerian Keuangan bisa melakukan pemeriksaan dengan lebih baik dan terarah. (R)