Title
Ketua Umum APRISINDO menghadiri Conference International Footwear Association di Dhaka
Ditulis oleh Aprisindo   
Rabu, 13 Desember 2017 03:47
Untuk yang ke 36 kalinya kembali telah dilaksanakan Conference International Footwear Association (CIFA), pada kesempatan tersebut sebagai tuan rumah adalah Bangladesh dan dilaksanakan di Dhaka pada tanggal 14-16 November 2017. Hadir sebagai perwakilan dari Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) adalah Ketua Umum Bapak Eddy Widjanarko. CIFA ke 36 ini diikuti oleh 14 organisasi dari 12 negara di Asia, yaitu dari Bangladesh, China, Vietnam, India, Hongkong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Korea, Thailand, dan Taiwan.
          Pada konfrensi tersebut masing-masing negara berkesempatan memberikan presentasi tentang konsisi dan perkembangan industri alas kaki dinegaranya masing-masing yang meliputi produksi, potensi pasar domestik dan proyeksi pertumbuhan ekspor dan pasar domestik dll. Pada kesempatan tersebut Bapak Eddy Widjanarko memberikan presentasi mengenai hal terkait industri alas kaki di Indonesia, diantaranya :
        Pertumbuhan ekspor alas kaki melambat, sementara pertumbuhan impor meningkat, khususnya untuk komponen pendukung. Sementara itu, Industri alas khaki Indonesia terbukti memiliki daya saing yang masih cukup kuat dipasar internasional dan Amerika serta Uni Eropa merupakan pasar terbesar untuk ekspor alas khaki Indonesia,  sementara  China merupakan pemasok sepatu alas kaki terbesar di Indonesia.
Potensi pasar alas kali dalam negeri.
        Dengan populasi lebih dari 250 juta orang, Indonesia memiliki pangsa pasar pasar alas kaki yang sangat besar di negara ini. Pada 2016, konsumsi alas kaki Indonesia adalah 2,3 pasang per kapita, lebih rendah dari rata-rata konsumsi dunia (2,5 pasang per kapita). Dengan demikian peluang pasar dalam negeri masih sangat besar.
Tersedianya Tenaga Terampil
       Total angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2016 berjumlah 127,8 juta (Bekerja: 120,8 juta, dan pengangguran: 7,0 juta), dimana 48% memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar dan menengah.Di satu sisi tenaga kerja ini merupakan potensi besar sebagai modal manusia jika diikuti dengan peningkatan keterampilan dan produktivitas.
Investasi industry alas kaki dan kulit
      Investasi asing di industri alas kaki Indonesia terutama berasal dari China, Taiwan & Korea. Investasi China tumbuh di industri alas kaki di Indonesia karena meningkatnya biaya tenaga kerja China sehingga mereka dapat pindah ke negara-negara ASEAN, terutama Vietnam, Indonesia dan Kamboja. 
Tantangan industry alas kaki Indonesia
      Ketergantungan yang signifikan pada merek asing; Upaya mengenalkan merek nasional; Industri pendukung sedang dalam tahap pengembangan Infrastruktur membutuhkan banyak perbaikan; Pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Dukungan pemerintah
1.Industri  alas  kaki  termasuk  dalam 10 industri prioritas yang  akan  dikembangkan  Industri  alas  kaki  merupakan  satu  dari  10  industri  andalan  dan  prioritas 
   yang  akan  dikembangkan   pemerintah. Hal  i n i   tercantum   dalam   Rencana  Induk  Pengembangan  Industri  Nasional (RIPIN) 2015-2035.
2.Pemerintah  secara   proaktif   berkolaborasi   dalam   sebuah  Perjanjian  Perdagangan  Bebas  dengan  Mitra  Dagang Utama   &  Eropa). Saat  ini   dalam   proses
   negosiasi   Indonesia - EU CEPA (Comprehensive  Economic Partnership  Agreement).