Title
Bandung Shoes & Leather Exhibition 2017, diharapkan bisa melahirkan Optimesme Baru Bagi Industri Alas Kaki Indonesia
Ditulis oleh Aprisindo   
Selasa, 28 November 2017 03:30

Untuk yang kedua kalinya telah diadakan Bandung Shoes & Leather Exhibition 2017 pada tanggal 12 - 14 Oktober 2017 bertempat di Graha Fortuna, Bandung. Kegiatan ini adalah untuk memamerkan berbagai produk dan aspek kegiatan industri alas kaki,yang diselanggarakan oleh DPD APRISINDO Jabar Bandung dan didukung oleh para pelaku dan stakeholder industri alas kaki.   
      Pameran secara resmi dibuka oleh Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka, Kemenperin Bapak Muhdori yang didampingi oleh Sekjen APRISINDO Bapak Binsar Marpaung, SH,MH, Ketua Kadin Jabar Bapak Agung Suryamal, Ketua DPP Apindo Jabar Bapak Dedi Wijaya dan Dewan Pembina DPD Aprisindo Jabar  Bandung bapak Dede Chandra.
      Menurut Ketua Aprisindo Bandung Ibu Lily S. Herjati dalam sambutan pembukaan Bandung Shoes & Leather Exhibition 2017 menyampaikan bahwa, perubahan diberbagai sektor berlangsung begitu cepat, begitu pula pada industri alas kaki yang juga merasakan imbas langsung dari perubahan ini. Indonesia merupakan sebagai salah satu pemain kunci dalam industri alas kaki global, selain menjadi salah satu produsen terbesar juga menjadi negara dengan market terbesar untuk produk yang sama. Kenyataan ini harus kita sikapi dengan cerdas dan hati-hati karena walaupun Indonesia menjadi tujuan investasi industri alas kaki dengan brand internasional, bila tidak dibarengi alih teknologi yang jelas maka selamanya kita hanya menjadi negara buruh.
       Lebih lanjut Ibu Lily menyampaikan, dukungan dari pemerintah sangat diharapkan demi kemajuan industri alas kaki dalam negeri, seperti perlindungan terhadap produk jadi alas kaki,dukungan industri komponen alas kaki bisa bersaing dalam hal kualitas dan harga serta dukungan agar komponen dan bahan baku yang diperlukan industri alas kaki bisa dengan mudah diimpor.
        Sementara menurut Bapak Binsar Marpaung dalam sambutannya menyampaikan selamat dan mendukung atas terselenggaranya acara ini dan diharapkan dengan adanya pameran ini industri alas kaki dan kulit, khususnya diwilayah Jawa Barat akan semakin maju, lebih lanjut dikemukakan juga harapan agar pemerintah dalam hal ini Kemenperin kedepan bisa lebih membantu industri alas kaki khususnya dengan memberikan fasilitas untuk kegiatan pameran bagi industri alas kaki, mengingat dalam beberapa tahun terakhir tidak ada pameran sebagaimana terdahulu dengan adanya SKF. 
       Kegiatan pameran Bandung Shoes & Leather 2017 diikuti oleh 68  peserta  yang terdiri dari 33 perusahaan yang memproduk  material alas kaki dan  mesin, 17 perusahaan (sepatu, sandal, ikat pinggang, tas serta asesoris) dan 18 peserta dari perusahaan Food. Selain Pameran dalam  kegiatan ini juga diadakan Fashion Show, Talk Show, Kunjungan dari siswa Universitas Maranata dan SMKN 2 dan 4 Bandung dan Live Musik untuk menghibur para tamu dan peserta.

Type the text here